Posted on

 

Selama lebih dari seabad, penciptaan senjata mengandalkan prinsip ilmiah konvensional dan industri berat. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat canggih telah menjangkau titik urgen di mana teknologi bakal menggantikan seluruh perlengkapan kuno.

Dengan merekrut ilmuwan kompeten, sebanyak negara sudah mengembangkan senjata modernnya. Bahkan sejumlah di antaranya barangkali belum pernah terlintas di benak orang awam. untuk informasi lebih lanjut bisa langsung kunjungi dulurtekno.com

Beberapa waktu, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan produksi disebut-sebut menjadi pemusnah paling mencekam di masa depan. Namun, robot yang mempunyai digadang-gadang punya keterampilan ‘melebihi’ insan itu, dikhawatirkan mustahil dikendalikan.

Meski demikian, sampai kini belum santer tersiar ada negara yang gencar mengembangkan AI sebagai pasukannya dalam perang. Mungkin, adanya AI di kehidupan nyata baru bakal terwujud dalam sejumlah puluh tahun ke depan.

Di samping AI, sebanyak negara-negara besar dunia, tergolong Rusia, tengah mengembangkan senjata yang memakai prinsip ilmiah baru yang lebih barangkali terealisasi dalam masa-masa dekat.

Negeri Beruang Merah itu, ketika ini sedang mengerjakan penelitian dan pengembangan senjata modern. Dikutip dari RBTH Indonesia, Jumat (14/7/2017), inilah 4 senjata masa mendatang yang dikembangkan Rusia.

1.Senjata Radio-Elektronik
Senjata radio-elektronik dapat melumpuhkan perangkat musuh dengan ledakan berenergi besar dan kuat. Senjata itu dapat menyerang sistem kendali pesawat dan pesawat tanpa awak (UAV), serta menetralisir senjata kendali presisi dengan getaran gelombang pendek yang kuat.

Berdasarkan keterangan dari para developer senjata Rusia, senjata itu tidak lagi sekedar rekaan ilmiah dan telah berhasil diuji coba.

Pada 2014 pesawat bomber Rusia Sukhoi Su-24, dapat melumpuhkan sedangkan kapal USS Donald Cook kepunyaan AS dengan senjata radio-elektronik. Serangan itu dilaksanakan ketika kapal berlayar terlampau dekat ke perbatasan Rusia di Laut Hitam.

Senjata tersebut akan dipasang di jet tempur generasi keenam Rusia yang ketika ini sedang dikembangkan. Tujuan utamanya ialah menghancurkan UAV dari darat.

Dengan melumpuhkan perlengkapan elektronik musuh, sistem radar dan navigasi, Rusia dapat mendapatkan deviden di mula tempur.

Railgun
Railgun ialah peluncur proyektil elektromagnetik yang berpotensi menjadi di antara senjata terkuat guna perang di masa depan. Dengan pertolongan dari medan gaya, railgun dapat mengenalkan peluru dengan kecepatan sampai tiga kilometer per detik.

Angka tersebut dekat dengan kecepatan orbit (7,9 kilometer per detik), yang adalahtitik di mana prinsip fisika yang bertolak belakang mengambil alih.

Di kecepatan tersebut, silinder plastik 15 gram dapat menjebol lapisan aluminium dengan ketebalan sejumlah sentimeter. Bahkan, tak terdapat lapisan baja tank yang dapat menahan serangan laksana itu.

Railgun ketika ini sedang diuji jajaki di Rusia. Berdasarkan keterangan dari para ilmuwan, destinasi utama uji coba ialah menciptakan generator terpadu bertenaga tinggi sebab railgun membutuhkan tidak sedikit energi guna bekerja secara efektif.

3. Senjata Laser
Di bidang militer, teknologi laser sering dipakai untuk menggali lokasi, melacak target, dan navigasi. Sekarang, pemakaiannya guna tempur melulu masalah waktu.

Informasi tentang penelitian canggih bersangkutan senjata laser di Rusia paling dirahasiakan. Namun, militer bakal mengembangkan sistem laser sebagai senjata yang bisa dipasang di kendaraan, pesawat, dan kapal.

Jet tempur A-60 dan MiG-35 bakal dilengkapi dengan sistem laser guna melumpuhkan sistem navigasi pesawat musuh. Namun, laser itu tidak bakal sama dengan peledak laksana di film-film Star Wars, demikian ujar pakar militer Dmitry Drozdenko untuk Radio Sputnik.

Berdasarkan keterangan dari Drizdenko, demi menemukan energi yang lumayan untuk menghancurkan satu pesawat, diperlukan alat dan energi yang besar. Alat ini mesti paling besar bahkan ia tidak bisa dipasang di dalam pesawat.

Penelitian dan pengembangan senjata laser tempur telah ada di Uni Soviet semenjak era Perang Dingin. Awalnya, pistol laser dirancang untuk semua kosmonaut. Namun militer tidak jadi mengadopsinya sebab senjata ini dirasakan tidak dapat menghasilkan kehancuran yang besar.

Di samping itu, AS sedang menguji jajaki sistem yang bisa menghancurkan target musuh dengan sinar laser. Sistem senjata antimisil darat-ke-udara yang Lockheed Martin sedang kembangkan, Area Defense Anti-Munitions, (ADAM) bisa menghancurkan misil, UAV, dan kapal kecil musuh dari jarak dekat.

4. Senjata Akustik atau Sonik
Senjata laksana akustik atau sonik menghasilkan suara dan dapat menciptakan tentara musuh fobia dan panik.

Bahkan, organ tubuh manusia dapat rusak dan berujung pada kematian andai terpapar senjata tersebut.

Informasi bersangkutan riset senjata tersebut masih dirahasiakan. Meski demikian, sebanyak kabar menyinggung bahwa Rusia dan AS sedang berjuang mengembangkannya, yaitu mendesain peluru akustik.

Namun masalahnya, kekuatan gelombang akustik dapat hilang dan mengurangi akibat yang dihasilkan. Hal tersebut membuat peluru itu hanya dapat digunakan guna jarak dekat.

Masalah lainnya, senjata sonik mesti bisa menghasilkan sinar yang terfokus pada suara atau ultrasuara musuh. Jika sinar itu tidak diciptakan, maka senjata sonik dapat menyerang pasukan sendiri melewati persebaran sinar.

Saat ini, senjata sonik sering dipakai polisi Amerika ketika terjadi protes, salah satunya ialah Alat Akustik Jarak Jauh (LRAD). Namun senjata ini tidak efektif guna militer sebab konsumsi energi yang tinggi dan melulu mampu mencapai jarak dekat.

Meski demikian, Rusia bakal tetap menganalisis bidang ini sesuai ajaran militer negara yang diadopsi tahun 2010, yang menekankan pemakaian senjata sonik guna perang di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *